GODAAN DUNIA

Tidak ada jalan lain bagi kita untuk menolak godaan dunia dan isinya, kecuali dengan

melepaskan diri dari dunia itu sendiri dan bersikap zuhud terhadapnya. Hal ini harus

dilakukan karena dua alasan:

Pertama; Agar kita dapat bersikap istiqomah dalam beribadah serta memperbanyak

kuantitas dan kualitas ibadah kita. Sebab, kesenangan terhadap dunia akan menyibukkan

kita secara lahir dan batin. Sibuk secara lahir ialah dengan mencari kesenangan tersebut,

sedangkan secara batin dengan menginginkan dan mengangan-angankannya di dalam jiwa.

Keduanya akan membuat kita malas untuk menegakkan ibadah.

Baca juga==>>KELEMBUTAN ALLAH DALAM MUSIBAH

Apabila kita disibukkan oleh suatu urusan, maka akan terputus dari urusan lainnya, yang

berlawanan dengan urusan yang kita sukai. Dunia dan akhirat itu ibarat dua wanita yang di madu.

Apabila kita bahagiakan yang satu, maka yang lainnya akan marah dan cemburu. Dunia dan akhirat

seperti timur dan barat. Bila kita semakin jauh menempuh ke arah barat, maka kita semakin jauh

meninggalkan arah timur, begitu pula sebaliknya. Itulah sebabnya kenapa seseorang yang lebih

memilih menyibukkan diri dengan dunia secara lahir akan sulit untuk bisa menjalani ibadah

dengan baik.

Abu Darda’ ra., salah satu sahabat dekat Rasulullah saw. Berkata,

“Aku telah berusaha keras untuk menggabungkan antara ibadah dan berdagang. Namun

keduanya tidak bisa bersatu, sehingga aku memilih mengerjakan ibadah dan

meninggalkan berdagang”

Berkaca dari riwayat diatas, maka hendaklah kita memilih jalan yang akan membawa pada

keselamatan dan kedamaian abadi, dan meninggalkan yang fana.

Orang yang lebih menyibukkan diri dengan urusan dunia hingga cenderung melupakan

urusan hati (batin), pasti dikarenakan ia lebih memperturutkan keinginan nafsunya.

Sebagaimana telah diriwayatkan dari Nabi saw., bahwa beliau pernah bersabda,

مَنْ أَحَبَّ دُنْيَاهُ أَضَرَّ بِآخِرَتِهِ وَمَنْ أَحَبَّ آخِرَتَهُ أَضَرَّ بِدُنْيَاهُ فَآثِرُوْا مَا يَبْقَى عَلَى مَا يَفْنَى 

“Siapa yang mencintai dunianya, maka ia telah membahayakan akhiratnya. Dan siapa

yang mencintai akhiratnya maka ia telah membahayakan dunianya. Maka, utamakanlah

yang kekal dari pada yang akan binasa. (HR Muslim)

Kini jelas bagi kita, apabila kita menyibukkan lahir kita dengan urusan dunia, begitupula

dengan batin kita, maka tidak mudah bagi kita untuk menjalankan ibadah dengan benar.

Adapun jika kita terlalu zuhud terhadap dunia, dan kita lepaskan lahir maupun batin kita

dari urusan dunia, maka akan mudah bagi kita menjalankan ibadah itu. Bahkan seluruh anggota

badan kita akan membantu kita untuk menjalankan ibadah dengan baik.

Telah di riwayatkan dari Salman al-Farisi ra., bahwa ia berkata,

“Sessungguhnya, jika seorang hamba itu berlaku zuhud pada dunia, maka hatinya akan di penuhi

dengan cahaya hikmah, dan anggota tubuhnya akanbekerja sama dengannya

dalam beribadah.”

Kedua, zuhud itu akan menambah jumlah nilai amalmu , memperbesar kadar dan juga kemuliannya.

Nabi saw. Bersabda,

“Dua rakaat yang dikerjakan oleh orang yang alim dan zuhut hatinya adalah lebih baik dan lebih

disukai oleh Allah dari pada ibadah orang-orang yang taat beribadah (tapi tidak termasuk alim

dan zuhud), hingga akhir masa, selama-lamanya.”

Hingga apabila ibadah tersebut menjadi mulia dan banyak secara kuantitas, maka sepantasnya

bagi orang yang mencari jalan ibadah untuk bersikap zuhud pada dunia serta melepaskan diri

dari jeratannya.

 

102 views
TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *