KHUTBAH IDUL ADHA TERBARU

Khutbah Ke I

Sejarah Pengorbanan Keluarga Nabi Ibrahim As.

9x اللهُ اَكْبَرْ

اللهُ اَكْبَرْكَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً ، لاَ إِلَهَ إِلاّ الله وَلَهُ الْحَمْدُ فِى السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِيْنَ تُظْهِرُوْن.  اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ الْحَمْد.

الْحَمْدُ للهِ الَّذِىْ بَسَطَ لِعِبَادِهِ مَوَاعِدَ إِحْسَانِهِ وَإِنْعَامِه ، وَأَعَادَ عَلَيْنَا فِى هَذِهِ الأَيَّاّمِ عَوَائِدَ بِرِّهِ وَإِكْرَامِه ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَلَى جَزِيْلِ إِفْضَالِهِ وَ إِمْدَادِهْ ، وَأَشْكُرُهُ عَلَى كَمَالِ جُوْدِهِ بِعِبَادِهِ ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ فِىْ مُلْكِهْ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَشْرَفُ عِبَادِهِ وَزُهَّادِهْ ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى هَذَا النَّبِيِّ الكَرِيْمِ وَالرَّسُوْلِ الْعَظِيْمِ سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ كَانُوْا أُمَرَاءَ الْحَجِيْجِ لِبِلاَدِ اللهِ الْحَرَامِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.   .

  أَمَّا بَعْدُ : فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هَذَا يَوْمُ الْعِيْدِ الأكْبَرْ

ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR WALILLAHILHAM

Ma’asyirol Muslimin Rahimakumullah

Pada pagi yang cerah ini tidak ada kata yang rasanya dapat kita ucapkan, kalimat yang mampu kita rangkaikan, pujian yang dapat kita sanjungkan kecuali ucapan Alhamdulillah, yang mana mulai terbenamnya sang surya di ufuk timur sore kemarin semua umat islam, seluruh umat yang beriman menyanjung, memuji, memuja dan membesarkan Allah swt. Lantunan kalimat takbir, tahmid, tahlil seakan-akan menambah betapa cinta kita kepada Allah swt.

Semoga pagi ini, hari ini semua yang kita ucapkan dan kerjakan, di hitung oleh Allah sebagai gudang amal buat kita semua, sehingga ketika kita menghadap kepada Allah swt perbekalan ini dapat menjadi penolong bagi kita. Aamiin 3x Ya Robbal ‘Aalamiin.

Kemudian sholawat dan salam mari kita sama-sama ucapkan dengan lafadz “Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammad wa ‘alaa alihi sayyidina Muhammad, semoga kelak kita di hari akhir “

اَلْيَوْمُ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَ لَبَنٌ إلاَّ مَنْ أَعْطَى اللهُ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ

”. Kita akan mendapatkan syafa’at  dari beliau aamiin 3x Ya robbal ‘aalamiin..

ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR WALILLAHILHAM

Ma’asyirol Muslimin Rahimakumullah

Hari raya ini adalah hari raya yang memiliki banyak sejarah, mulai kita masuk bulan Zulhijjah ini dari tanggal 1 sampai pagi ini, banyak sekali kebesaran Allah yang di pertontonkan pada umat manusia, diantaranya adalah kisah tentang Nabi Yunus As, kisah perjalanan hidup Nabi Zakariya As, kisah tentang hidup Nabi Adam As dan Siti Hawa sampai puncaknya tentang kisah perjalanan hidup Nabi Ibrahim As.

Kisah ini bukan sembarangan kisah, cerita ini pada hakikatnya adalah untuk di jadiakan ‘itibar bagi kita selaku umat manusia dalam menjalankan syari’at yang telah disempurnakan Baginda Nabi Muhammad Saw. yang kita akui sebagai Rasul utusan Allah Swt.

Salah satu kisah yang paling kita kenal pada hari raya ini adalah kisah tentang perjalanan hidup Nabi Ibrahim AS dan anaknya Nabi Ismail As, yang sampai-sampai kisah ini Allah abadikan dalam Al-Qur’an. Nabi Ibrahim As diuji oleh Allah swt, dengan tidak di karuniai seorang anak, sampai-sampai Nabi Ibrahim bernadzar kepada Allah swt.

“Apa kata Nabi Ibrahim?… “Ya Allah Ya Rob, Seandainya jika Engkau karuniakan aku seorang anak, insyaallah aku akan bernadzar apapun yang Engkau minta, akan aku serahkan kepada Engkau Ya Allah.

Ternyata nadzar itu dipegang Allah, sehingga pada suatu hari do’a Nabi Ibrahim itu di ijabah oleh Allah swt. Apa do’a Nabi Ibrahim. Do’anya adalah :

ربي حبلي من الصالحين

Lalu di jawab oleh Allah swt. dengan jawaban:

فبشرناه بغلام حليم

ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR WALILLAHILHAM

Ma’asyirol Muslimin Rahimakumullah

Anak yang sekian lama menjadi idaman Nabi Ibrahim dan Siti Hajar akhirnya diberikan Allah Swt. namun, dimulainya dari lahirnya Nabi Ismail, ujian kembali di hadapi oleh Nabi Ibrahim As. Dahulu beliau di uji dengan tidak punya anak, ternyata setelah anaknya ada, ujiannya semakin besar. Yaitu, Allah swt meminta tagihan nadzar yang pernah di ucapkan oleh Nabi Ibrahim As. Yaitu Allah meminta kepada Nabi Ibrahim untuk menyemblih anaknya Nabi Ismail As.

Ketika Nabi Ismail telah beranjak menjadi anak-anak, ada yang menyatakan berumur 7 tahun dan ada pula yang mengatakan bahwa Nabi Ismail telah berumur 13 tahun. Maka ketika itu bermimpilah Nabi Ibrahim As. Seolah-olah dalam mimpinya itu ia mendengar seruan yang berisikan perintah untuk menunaikan nadzarnya dengan cara menyemblih anaknya Nabi Ismail As.

Kata Ibnu Abbas mimpi itu dimulai pada malam tarwih, pada pagi harinya Nabi Ibrahim berfikir “Apakah mimpinya itu benar-benar datang dari Allah swt ataukah dari syetan laknatullah ‘alaih. Berfikir dalam bahasa arab adalah tarauw yang asal kata bendanya adalah tarwiyah, oleh sebab itu hari ini disebut dengan hari tarwiyah hari berfikirnya Nabi Ibrahim As. Tentang mimpinya tersebut, namun Nabi Ibrahim beranggapan bahwa mimpi itu bukanlah perintah Allah Swt.

Pada malam yang kedua kembali Nabi Ibrahim bermimpi, yang isi mimpinya itu sama dengan malam pertama tadi. Maka, dipagi harinya Nabi Ibrahim jadi tau bahwa mimpinya itu benar-benar perintah dari Allah Swt. oleh sebab itu, hari itu disebut dengan Arafah yang artinya tau.

Kemudian pada malam ketiganya, kembali Nabi Ibrahim mendapati tidurnya itu dengan mimpi yang persis sama dengan malam yang pertama dan kedua. Kemudian Nabi Ibrahim duduk, beliau menangis memandang wajah Nabi Ismail As. Yang begitu lucu, imut, manja, lembut dan tampan, sambil memegang kepala Nabi Ismail air mata Nabi Ibrahim bercucuran bagaikan air jatuh dari langit, beliau menangis, beliau bersedih tertunduk lemah, anak yang selama ini ia damba-dambakan. Buah hati, belaian jantung penghilang rasa letih menjadi obat ketika sakit, penghibur ketika sedih, ternyata Allah Swt memintanya untuk disemblih. Dapat kita bayangkan betapa beratnya cobaan yang dihadapi Nabi Ibrahim, oleh sebab itu pada hari ketiga ini dikenal dengan hari nahriy yaitu hari penyemblihan.

ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR WALILLAHILHAMD

Ma’asyirol Muslimin Rahimakumullah

Ketika Nabi Ibrahim hendak melaksanakan penyemblihan, beliau berkata kepada Siti Hajar, Wahai istri tolong pakaikan Ismail dengan pakaian yang paling bagus, karena aku akan pergi bertamu berdua bersamanya. Maka, Siti Hajar memakaikan pakaian yang paling bagus untuk Nabi Ismail As. Memberi minyak rambut dan menyisir rambut Nabi Ismail As.

Secara sembunyi-sembunyi Nabi Ibrahim membawa seutas tali dan sebilah pisau didalam perbekalannya, lalu beliau berangkat bersama Nabi Ismail menuju kota yang dekat dengan kota Mina. Kemudian iblis tak tinggal diam, tak pernah iblis sesibuk itu kecuali dimana ketika Nabi Ibrahim membawa Nabi Ismail untuk di semblih.

Mulailah iblis mendatangi siti hajar. Apa kata iblis?.. “Wahai Hajar, taukah kamu bahwa suamimu yang begitu kamu sayangi akan menyemblih anakmu Ismail. Kemudian Siti Hajar menjawab : “ Seorang Nabi tidak akan pernah diperintahkan oleh Tuhannya untuk melakukan sesuatu diluar batas kemampuan hambanya., Lalu iblis berkata lagi. “iya betul, bahwa suamimu Ibrahim akan menyemblih putramu Ismail. Lalu, Siti Hajar bertanya, “Kenapa?…”, karena suamimu itu bermimpi bahwa Allah memintanya untuk menyemblih ismail untuk membayar nadzar yang pernah ia katakana. Apa kata Siti Hajar,”Kalau itu benar-benar perintah dari Allah, jangankan anakku, aku sendiri rela, ikhlas untuk di semblih.

Kemudian siblis berangkat dengan hati yang kecewa, tapi iblis tidak putus asa, iblis mencoba mendekati Nabi Ismail, Apa kata iblis kepada Nabi Ismail, “Wahai Ismail, sekarang engkau senang-senang, ketawa tapi engkau tak tau bahwa ayahmu membawa tali dan sebilah pisau untuk menyemblihmu. Lalu apa kata Nabi Ismail, “Engkau dusta, untuk apa ayah menyemblihku?…, iblis menjawab “Ayahmu Ibrahim mengira bahwa Allah memerintahkan untuk menyemblihmu. Apa kata Nabi Ismail, “Kalau itu perintah Allah, maka kami harus ta’at kepadaNya.

Ketika iblis ingin menghasutnya kembali dengan kata-kata, langsung Nabi Ismail melemparnya dengan batu, hingga menurut riwayat mata iblis itu pecah  dan langsung berlari meninggalkan Nabi Ismail. Oleh sebab itu salah satu syarat wajib haji adalah melempar jumrah.

ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR WALILLAHILHAMD

Ma’asyirol Muslimin Rahimakumullah

Kemudian apa kata Nabi Ibrahim kepada putranya Ismail, “wahai anakku sungguh ayah telah bermimpi bahwa ayah diperintahkan oleh Allah swt. untuk menyemblihmu, bagaimana pendapatmu wahai anakku? … sebagaimana Allah abadikan dalam surah As-Shoffat : 102, apa kata Allah?…

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعْىَ قَالَ يَٰبُنَىَّ إِنِّىٓ أَرَىٰ فِى ٱلْمَنَامِ أَنِّىٓ أَذْبَحُكَ فَٱنظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَٰٓأَبَتِ ٱفْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ

Artinya: “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.

ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR

Kemudian Nabi Ismail berkata :”Wahai ayahku saya ingin menyampaikan beberapa pesan kepada ayah, hendaklah ayah mengikat tanganku, agar aku tidak bergerak-gerak yang nanti dapat menyakiti ayah, hendaklah wajahku dihadapkan ke tanah,  agar supaya aku tidak melihat wajahnya ayah, kemudian tolong lipat kainnya ayah agar nanti tidak terlumuri oleh  darah, lepaskan bajuku agar tidak terkena darah yang nantinya menimbulkan kenangan yang menyedihkan, “Wahai ayahku asahlah tajam-tajam pisaunya ayah agar penyemblihanku berjalan dengan singkat, sebab syakaratul mau dahsyat sekali, berikan bajuku kepada ibu untuk kenang-kenangan serta sampaikanlah salamku kepadnya, supaya dia tetap sabar dan dilindungi oleh Allah Swt. Jangan ceritakan wahai ayah bagaimana engkau mengikat tanganku, jangan izinkan anak-anak sebayaku datang kerumah agar kesedihan ibu tidak terulang kembali, dan apabila ayah melihat anak-anak sebayaku, janganlah terlampau jauh untuk diperhatikan, nanti ayah akan bersedih. Lalu Nabi Ibrahim berkata, “Sebaik-baik penolong adalah engkau wahai anakku”.

Namun, dalam riwayat yang lain Nabi Ismail pernah berbicara kepada ayahnya agar tali yang mengikat tangan dan matanya untuk di lepas kembali, Kata Nabi Ismail “agar Allah tidak melihat kita dalam keadaan terpaksa dalam beribadah kepadaNya. Kemudian Nabi Ismail meminta kepada ayahnya untuk langsung meletakkan pisau itu dilehernya agar supaya malaikat tau bahwa putra Ibrahim itu benar-benar ta’at dengan perintah Allah Swt dengan penuh suka dan kerelaan.

ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR WALILLAHILHAMD

Ma’asyirol Muslimin Rahimakumullah

Maka Nabi Ibrahim memanjangkan, menelentangkan dua tangan Ismail dan dua kakinya tanpa ikatan dan memalingkan wajahnya ke tanah, kemudian langsung meletakkan pisau di lehernya Ismail dengan sekuat tenaga, akan tetapi pisau itu membalik dan tidak bisa memotong lehernya Ismail. Apa kata Nabi Ismail ketika itu. “ Wahai ayahku, kalaulah kekuatan engkau hilang karena aku, maka dapat dikatakan ayah masih tak rela untuk menyemblihku.

Lalu, Nabi Ibrahim memukul pisaunya itu keatas sebuah batu, maka langsung batu itu pecah jadi dua bagian. Lalu apa kata Nabi Ibrahim, “Wahai pisau, engkau mampu membelah batu akan tetapi engkau tak mampu memotong leher anakku. Kemudian pisau itu berkata,” Dengan izin Allah Swt. Wahai Ibrahim ketika engkau akan memotong leher anakmu Ismail, ketika itupula Allah memerintahkan aku dan kepada sekalian alam untuk melarang aku memotong leher anakmu Ismail, lalu bagaimana aku menuruti engkau Ibrahim sementara Allah melarangku, tentu aku harus patuh dan taat kepada Tuhanku.

وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ. قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا

Dan Kami panggillah dia, “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu!” (Ash-Shaffat: 104-105)

وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ

Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. (Ash-Shaffat: 107)

ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR WALILLAHILHAMD

Ma’asyirol Muslimin Rahimakumullah

Dengan Maha KuasaNya Allah swt, Nabi Ismail diganti oleh Allah dengan seekor kibas yang langsung didatangkan dari surga, sementara Nabi Ismail duduk bersimpuh disamping Nabi Ibrahim ayahnya tercinta, maka disaat Nabi Ibrahim akan menyemblih seekor kibas itu, serentak seluruh malaikat berkata “Allahu Akbar-Allahu Akbar-Allahu Akbar”. Lalu Nabi Ibrahim menyambutnya dengan ucapan, “Laa ilaa ha illallahuawallahu Akbar”, seiring dengan itu Nabi Ismail pun berkata, “Allahu Akbar Walillahilhamd”.

ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR WALILLAHILHAMD

Ma’asyirol Muslimin Rahimakumullah

Inilah sejarah disunahkan kepada kita untuk menyemblih hewan Qurban pada hari ini, hewan yang kita sembelih itu sebagai wujud nyata bahwa kita sangat mengagungkan perintah Allah Swt, begitu juga dengan haji yang mereka kerjakan itu sebagai wujud daripada ketaatan kepada Allah Swt.

Oleh karena itu, inilah I’tibar contoh yang nyata bagi kehidupan kita,  segala pengorbanan hidup hendaknya di tujukan untuk Allah Swt semata.

Dengan cara, rumah mewah yang kita bangun agar kita aman beribadah kepada Allah, perniagaan yang kita usahakan, harta yang kita tumpuk, itu semua kita niatkan supaya kita mampu berkorban dan menunaikan ibadah haji dan umroh, karena mustahil kita bisa berkorban, haji dan umrah tanpa harta untuk menunaikan rukun islam yang ke lima tersebut.

Sungguh Allah swt tidak akan menyia-nyiakan amal baik hambanya, Dialah Allah sebaik-baik pemberi balasan, terbukti perjuangan dan ketaatan Nabi Ibrahim tidaklah sia-sia, justru Allah membalas dengan sesuatu yang lebih besar sehingga dari keturunan Nabi Ismaillah lahir para Nabi bahkan Rasulullah Muhammad Saw merupakan keturanan dari garis Nabi Ismail dan Ibrahim Alahimassholatu Wassalam.

Semoga kita dikaruniai anak yang sholeh dan sholehah, keluarga yang  ta’at kepada Allah dan Rasul..

Semoga qurban orang-orang yang berqurban tahun ini diterima dan menjadi syafaat di yaumal kiyamah..

Semoga yang belum berqurban tahun ini dapat berqurban tahun berikutnya dan kita semua dipanggail oleh Allah untuk melaksanakan haji dan umrah.. Aamiin Ya Robbal ‘Aalamiin

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَن الرَّحِيْم .

  .إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرْ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَنْحَرْ.  إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِى القُرْآنِ الْعَظِيْمْ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْم وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْم.

 

Khutbah Ke II

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ.
اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ الْحَمْد. اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ

Ya Allah Ya Tuhan kami,

Pada pagi hari ini kami mengadahkan kedua tangan kepadaMu, Bermohon kepadaMu Ya Allah, terimalah infak dan shodaqoh kami.

Ya Allah Ya Tuhan kami,

Pada hari ini kami akan melaksanakan penyemblihan hewan qurban, kami mohon terimalah qurban kami Ya Allah.

Ya Allah Kami sadar Ya Allah bahwa kami hambaMu yang hina yang banyak dosa, ampunilah dari segala dosa dengan RahmatMu Ya Allah.

Ya Allah ampunilah dosa kami dan kedua orangtua kami, kami sadar Ya Allah, kami ingat Ya Allah bahwa kami sering membangkang kepada kedua orang tua kami, kami selalu melupakan mereka, tak terhitung lagi dosa kami kepada mereka Ya Allah.

Padahal ridhoMu Ya Allah terletak pada keridho’an orang tua, begitu juga murkaMu Ya Allah, terletak pada murkanya orang tua,

رضى الله في رضى الوالدين , و سخة الله في سخة الوالدين

Kami berjanji Ya Allah sepulang ini nanti akan memohon maaf kepada mereka, maka dari itu lunakkanlah hati mereka agar mereka mau memaafkan kami. Dan kelak kumpulkanlah kami di syurgaMu bersama baginda Nabi Muhammad Saw.

. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

 

254 views


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *