KHUTBAH IDUL FITRI SINGKAT 2021 : Memahami Hakikat Idul Fitri

KHUTBAH IDUL FITRI SINGKAT 2021 – Alhamdulillah di hari yang penuh kemuliaan dan kemenangan ini, seluruh umat Islam di seluruh dunia memperingati hari raya setelah sebulan penuh berpuasa Ramadhan, yaitu hari raya Idul Fitri. Karena itu dalam khutbah ini, Akan dijelaskan apa makna Idul Fitri dan apa pelajaran penting yang dapat kita petik dari momentum hari raya idul fitri yang mulia ini?

KHUTBAH IDUL FITRI 1442 H

KHUTBAH I

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ.
اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ وَفَّقَنَا ِلإِتْمَامِ شَهْرِ رَمَضَانَ وَأَعَانَناَ عَلىَ الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَجَعَلَنَا خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ للِنَّاسِ. نَحْمَدُهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَهِدَايَتِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُ الْمُبِيْنُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ خَاتَمُ النَّبِيِّيْنَ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ، أَمَّا بَعْدُ:

 فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ، وَأَحُسُّكُمْ عَلَى طَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

Allahu Akbar, wa lillahilh hamd

Pertama, mari kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan segenap kemampuan dengan berusaha melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Alhamdulillah di hari yang penuh kemuliaan dan kemenangan ini, seluruh umat Islam di seluruh dunia bertakbir, bertahmid mengagungkan Allah swt untuk memperingati hari raya setelah sebulan penuh berpuasa Ramadhan, menahan diri dari makan dan minum, menjaga diri dari hal-hal yang membatalkannya dan sebulan penuh telah melaksanakan sholat sunah terawih sebagai bukti keta’atan seorang hamba kepada penciptanya.

Walaupun saat ini pelaksanaan sholat idul fitri masih dibatasi karena pandemi virus corona, mudah-mudahan  kita mampu memahami hakikat Idul Fitri dan semoga segala bentuk ibadah yang telah kita lakukan selama ramadhan senantiasa diterima oleh Allah swt.

Disamping itu semoga kita mendapatkan ampunan, dibersihkan dari salah dan dosa dikembalikan pada fitrah kita seperti bayi yang baru lahir yang masih bersih dari dosa. Sebagaimana janji Allah swt. Dalam hadis Qudsi:

اِذَا صَامُوْا شَهْرَ رَمَضَانَ وَخَرَجُوْا اِلىَ عِيْدِكُمْ

“Apabila mereka berpuasa di bulan Ramadhan kemudian keluar untuk merayakan hari raya kamu sekalian

يَقُوْلُ اللهُ تَعَالىَ: يَا مَلاَئِكَتِى كُلُّ عَامِلٍ يَطْلُبُ اُجْرَهُ اَنِّى قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ

maka Allah pun berkata: ‘Wahai Malaikatku, setiap orang yang mengerjakan amal kebajian dan meminta balasannya sesungguhnya Aku telah mengampuni mereka’.

فَيُنَادِى مُنَادٌ: يَا اُمَّةَ مُحَمَّدٍ اِرْجِعُوْااِلَى مَنَازِلِكُمْ قَدْ بَدَلْتُ سَيِّئَاتِكُمْ حَسَنَاتٍ

Sesorang kemudian berseru: ‘Wahai ummat Muhammad, pulanglah ke tempat tinggal kalian. Seluruh keburukan kalian telah diganti dengan kebaikan’.

فَيَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى: يَا عِبَادِى صُمْتُمْ لِى وَاَفْطَرْتُمْ لِى فَقُوْمُوْا مَغْفُوْرًا لَكُمْ

Kemudian Allah pun berkata: ‘Wahai hambaku, kalian telah berpuasa untukku dan berbuka untukku. Maka bangunlah sebagai orang yang telah mendapatkan ampunan.

KHUTBAH IDUL FITRI SINGKAT 2021 : Memahami Hakikat Idul Fitri

Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar walillahilhamd

Puasa ramadhan telah mendidik kita untuk bersikap yang luhur, mengendalikan diri, menahan hawa nafsu, menahan amarah yang tak tentu arah, maka akan berdampak melahirkan sikap mental yang kuat. Begitu juga dengan kebiasaan menahan lapar dan dahaga, akan melatih kita untuk memiliki kesabaran, kepekaan dan empati, sikap kepedulian serta timbang rasa kepada orang lain yang serba kekurangan agar kita mampu peduli, memahami dan berbagi kepada orang lain. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا صْبِرْ فَاِ نَّ اللّٰهَ لَا يُضِيْعُ اَجْرَ الْمُحْسِنِيْنَ

“Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat kebaikan.”(QS. Hud 11: Ayat 115)

Puasa ramadhan yang kita laksanakan sebulan penuh, hendaknya membekas dan berkesan didalam kehidupan kita, kita harus melestarikan nilai-nilai ritual dan spiritual ramadhan, diluar bulan ramadhan. Karena puasa yang sesungguhnya adalah puasa di luar bulan ramadhan, yaitu puasa menghadapi kehidupan. Artinya kesusahan, kepayahan bahkan kesenangan yang dihadapi dalam 11 bulan nanti mampu menjadi sarana ibadah dan jalan untuk lebih dekat kepada Allah Swt.

Fitrah manusia itu baik, suci dari dosa, bertakwa, mampu bersabar, ikhlas dan bersyukur. Namun harus disadari bahwa setan tidak pernah tinggal diam, menyaksikan umat manusia merayakan kemenangan Idul fitri, setan selalu berusaha untuk kembali menjerumuskan kita, dengan berbagai umpan, di antaranya dengan macam-macam kesenangan, kemeriahan, dan sikap berlebih-lebihan yang menjerumuskan.

KHUTBAH IDUL FITRI SINGKAT 2021 : Memahami Hakikat Idul Fitri

Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar walillahilhamd

Masa depan akan terus mendekat, hari esok akan segera datang, sebagai orang yang beriman tentu kita menginginkan adanya peningkatan dan perbaikan kualitas hidup kita, maka momentum Idul Fitri ini sebenarnya memberikan jawaban bagi kita bagaimana kita menggapai kualitas hidup yang baik dan benar yaitu dengan kembali dalam fitrah ketakwaan, sebagaimana pesan dan tujuan perintah puasa dalam firman Allah dalam surah al-Baqarah ayat 183:

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

 

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Takwa merupakan standar paling tinggi tingkat kemuliaan manusia. Seberapa tinggi derajat mulia manusia tergantung pada seberapa tinggi kettakwaanya. Inna akramakum ‘indallâhi atqâkum.

Nilai ketaqwaan adalah muara dari segala amal soleh dan amal ibadah yang kita lakukan. Ketaqwaan yang kita bina hendaknya memancar bukan saja untuk diri pribadi kita, namun juga untuk masyarakat dan lingkungan kita.

Keadaan yang ada dihadapan kita, adalah medan yang harus kita tempuh, besarnya cobaan dan rintangan akan menjadikan kita sebagai hamba-hamba Allah yang teruji, apakah akan menjadikan makom kita naik kelas disisi Allah Swt, tergantung bagaimana menyikapinya.

Selanjutnya hikmah terbesar dari perayaan Hari Raya Idul Fitri ialah pembuktian ketakwaan dengan cara menumbuhkan sikap bersilaturrahmi dengan sesama, saling memaafkan satu dengan yang lain. Ini termasuk akhlak yang paling mulia sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Barang siapa ingin diluaskan rizkinya, dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia menyambungkan silaturahmi.”

Selain bersilaturahmi, memberi maaf kepada orang lain juga termasuk akhlak yang mulia, maka hendaknya kita menjadi orang yang berjiwa besar untuk mau meminta maaf atau memberi maaf kepada orang lain sebagaimana firman Allah SWT dalam surah al-A’raf ayat 199:

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

Artinya: “Jadilah engkau pemaaf dan serulah orang-orang mengerjakan yang makruf serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.”

KHUTBAH IDUL FITRI SINGKAT 2021 : Memahami Hakikat Idul Fitri

Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar walillahilhamd

Firman tersebut maknanya adalah kita harus memaafkan orang yang mendzalimi kita, kita harus memberi kepada orang yang kikir kepada kita dan kita harus menjalin hubungan dengan siapapun yang memutuskan hubungan kepada kita. Inilah sikapnya Rasulullah SAW yang harus kita kembalikan kepada diri kita.

Fithrah mempunyai tiga arti yaitu suci, asal kejadian, dan agama yang benar. Kalau memahami bahwa idul fitri kembali kepada kesucian, suci itu sendiri mempunyai tiga makna yaitu indah, baik, dan benar.

Menurut Pakar Tafsir Prof Dr Muhammad Quraish Shihab (Membumikan Al-Qur’an, 1999), seseorang yang beridul fitri dia akan selalu menjaga keindahan dalam setiap aspek kehidupan, selalu berusaha mencari kebenaran, dan selalu menampilkan kebaikan. Dalam hal ini, Nabi Muhammad SAW bersabda, Ad-Din Al-Muamalah. Nasihat menasihati dan tenggang rasa juga termasuk ajaran agama karena Nabi juga bersabda, Ad-Din Al-Nashihah. Dengan demikian, setiap yang ber-idul fitri harus sadar bahwa setiap orang dapat melakukan kesalahan; dan dari kesadarannya itu ia bersedia untuk memberi dan menerima maaf. Seseorang yang ber-idul fitri juga manusia budiman karena dengan berbuat kebaikan, ia merupakan seorang yang budiman. Sebab itu, ketika seorang merayakan idul fitri, dia akan berusaha dalam semua kegiatannya agar menjadi benar, baik, dan indah.

Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar walillahilhamd

Pada hakikatnya ketika seseorang ber-idul fitri, umat Islam mengenakan pakaian takwa, pakaian yang mereka tenun selama bulan Ramadhan, sekaligus pakaian yang mestinya mereka pakai sepanjang waktu, khususnya setelah manusia menempa diri selama sebulan penuh berpuasa.

Dalam konteks ini, manusia harus mengingat pesan ilahi, “Janganlah kamu menjadi seperti seorang perempuan dalam cerita lama, mengurai kembali tenunannya, sehelai demi sehelai benang dalam tenunannya”. Artinya, jangan sampai setelah mencapai fithrah, selama sebulan penuh mampu bertakwa kepada Allah, manusia melepaskan kendali sehingga kembali melalaikan perintah-perintah Allah swt.

Seharusnya dengan memasuki idul fitri atau dengan memasuki bulan syawal yang artinya meningkat, manusia diharapkan meningkatkan segala keindahan, kebenaran, kebaikannya, dan meningkatkan ilmunya dalam beramal sholeh. Sehingga kehidupannya pun akan meningkat.

Demikianlan makna di balik hakikat idul fitri, dan marilah kita bergembira dengan ampunan Allah dan saling member maaf antar sesama. semoga kita kembali mampu berpuasa 6 hari pada bulan syawal besok, hingga dapat mengantarkan kita pada fitrah yang luhur yaitu ketakwaan.

جَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ اْلعَائِدِيْنَ وَاْلفَائِزِيْنَ وَاْلمَقْبُوْلِيْنَ وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ وَاَقُوْلُ قَوْلِى هَذَا وَاسْتَغْفِرُ لِى وَلَكُمْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرْهُ اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Download File PDF nya di sini ==>

KHUTBAH IDUL FITRI SINGKAT 2021 : Memahami Hakikat Idul Fitri

Baca Juga ===>

KHUTBAH IDUL FITRI 2021 : Tiga Pesan Ramadhan Pada Ummat Muslim

KHUTBAH II

Khutbah Idul Fitri Singkat 2021

Khutbah Idul Fitri Singkat

 اَللهُ أَكْبَرُ 7×، اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

فَيَاعِبَادَ اللهِ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِيْ كِتَابِهِ اْلعَظِيْمِ “إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِيِّ, يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا”.

 اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَأًصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ. وَعَلَيْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِماَتِ, وَاْلمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ, اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ يَا قَاضِيَ اْلحَاجَاتِ

 رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِاْلحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ اْلفَاتِحِيْنَ. رَبَّنَا أَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهىَ عَنِ اْلفَحْشَاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Penulis :

Ust. Syaufan Azizy (Pembina Pon-Pes Nurul Jadid Duripoku)

1,688 views


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *