Khutbah Jum’at – Menggapai Cinta Rasulullah SAW

KHUTBAH JUMAT  : Menggapai Cinta Rasulullah SAW – Rasulullah adalah Asbab di ciptakannya Alam semesta dan isinya, maka sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk mencitai Rasulullah SAW dan mendapatkan cintanya.

Link Download Khutbah ada di antara Khutbah 1 & 2

Khutbah I

   اَلْحَمْدُ للهِ الْمَوْجُوْدِ أَزَلًا وَأَبَدًا بِلَا مَكَانٍ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ الْأَتَمَّانِ الْأَكْمَلَانِ، عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ، أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،

أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيْرِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ: إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا، لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ وَتُسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Dari atas mimbar khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi, untuk senantiasa berusaha meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan cara melaksanakan semua kewajiban dan menjauhkan diri dari seluruh yang diharamkan.

Telah kita kerhaui bersama bahwasanya Alam semesta yang kita tinggali adalah ciptaan Allah SWT. Semua bukti, semua Dalil menunjukkan bahwa Alam Semesta Tidak “Ada” Dengan sendirinya. Alam semesta berawal, dari ketiadaan kemudian menjadi ada.

Sejak pertama kali di kemukakannya teori Big bang yang  merupakan teori yang sampai saat ini dinilai paling akurat mengenai terbentuknya alam semesta. Teori Big Bang menegaskan bahwa pada awalnya alam semesta terdiri dari materi yang sangat padat dan sangat panas, materi tersebut meledak dengan kekuatan yang sangat tinggi sehingga terus mengalami perkembangan dan terus berekspansi. Diperkuat dengan pengamatan yang dilakukan oleh  Edwin Hubble pada tahun 1924 terhadap galaksi, Edwin Hubble menemukan bahwa alam semesta ini terus berkembang, pengamatan ini sesuai dengan teori Big Bang.

Jauh sebelum penelitian yang dilakukan oleh ilmuan-ilmuan sains mengenai permulaan alam semesta, Allah SWT berfirman dalam alqur’an :

 

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi itu keduanya dahulu menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya, dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS. Al-anbiyaa’ [21]:30).

Hadirin yang di rahmati Allah.

Baca Juga ==> Khutbah Jum’at : Pentingnya Menyeimbangkan antara Ilmu dan Tekhnologi

Kedua dalil di atas, baik dalil Akal tentang Teori Big Bang, ataupun dalil Naqli dalam QS Al Anbiya di atas, membuktikan bahwa alam semesta dahulunya tidak ada, kemudian di ciptakan oleh Allah sehingga ada.

Dan kita semua tidak perlu meragukannya lagi.

Yang perlu kita pertanyakan adalah, untuk siapa Alam semesta ini di ciptakan oleh Allah SWT.

Hadirin yang di rahmati Allah SWT.

Dalam hadist Qudsi Allah SWT. Berfirman

لَوْلَاكَ لَوْلَاكَ يَا مُحَمّد لما خَلَقْتَ الأَفْلَاك 

Artinya: Jika bukan karena engkau wahai Muhammad, tidak akan aku ciptakan alam semesta ini.

Kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah asbab di ciptakannya Alam Semsta dan isinya. Kalaupun hadist di atas masih menjadi perdebatan ke Shahihannya, bahkan ada yang mengatakan hadist palsu, maka dalam hal ini Syekh Ibrahim Al-Baijuri yang pernah memimpin Universitas Al-Azhar di zamannya mencoba membangun logika ini dalam Hasyiyatul Burdah yang artinya :

“Nabi Adam AS memang bapak manusia. Allah menciptakan apa yang ada di bumi untuk anak manusia. Allah juga menundukkan matahari, bulan, malam, siang, dan lain sebagainya untuk anak manusia sebagaimana tercantum dalam Al-Quran, ‘Dia menciptakan untukmu apa yang ada di bumi semuanya,’ (Surat Al-Baqarah ayat 29) dan ‘Dia menundukkan bagimu matahari dan bulan silih berganti dan Dia menundukkan bagimu malam dan siang,’ (Surat Ibrahim ayat 33). Jadi, ketika semesta alam raya itu diciptakan untuk manusia, sementara Nabi Adam AS adalah bapak manusia diciptakan karena Nabi Muhammad SAW, maka dunia ini diciptakan karena Nabi Muhammad SAW. Jadi, Nabi Muhammad SAW adalah sebab bagi segala ujud,” (Lihat Syekh Ibrahim Al-Baijuri, Hasyiyatul Baijuri ala Matnil Burdah, [Surabaya, Al-Hidayah: tanpa catatan tahun], halaman 21-22).

hadirin yang di rahmati Allah swt.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti kita tahun, tak terasa kita sudah memasuki bulan Rabi’ul Awwal, bulan kelahiran Baginda Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam.

Seorang Rasul yang menjadi asbab kita semua di ciptakan oleh Allah SWT.

Seorang Rasul yang diutus untuk membawa rahmat dan kasih sayang bagi manusia dan semesta alam. Rahmatan lil ‘alamîn.

Seorang Rosul yang bisa memberi syafaat bagi para pelaku dosa besar di antara umatnya.

Seorang Rosul yang juga pemilik syafa’ah ‘uzhma.

Baginda Nabi bersabda:

  شَفَاعَتِيْ لِأَهْلِ الْكَبَائِرِ مِنْ أُمَّتِيْ (رَوَاهُ أَبُوْ دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِيُّ وَغَيْرُهُمَا)

Maknanya: “Syafaatku diperuntukkan bagi para pelaku dosa besar di antara umatku” (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan lainnya).

Para jamaah yang berbahagia,

Baca Juga ==> KHUTBAH JUM’AT SINGKAT: MENGINGAT ALLAH OBAT SEGALA MASALAH

Ketika di akhirat umat manusia mengajak satu sama lain sembari berkata: “Marilah kita pergi ke bapak kita Adam agar memohonkan syafaat kepada Allah bagi kita”.

Mereka lalu mendatangi Nabi Adam. Adam berkata kepada mereka: “Bukan saya pemilik syafaat ini, pergilah kepada Nuh”.

Kemudian mereka mendatangi Nabi Nuh dan memohon syafaat kepadanya. Nabi Nuh berkata kepada mereka: “Pergilah kepada Ibrahim”.

Lantas mereka mendatangi Ibrahim. Kemudian Ibrahim berkata kepada mereka: “Bukan aku pemilik syafaat ini”. Lalu mereka mendatangi Nabi Musa.

Musa berkata kepada mereka: “Saya bukan pemilik syafaat ini, pergilah kepada ‘Isa”.

Nabi ‘Isa pun berkata kepada mereka: “Aku bukan pemilik syafaat ini, pergilah kepada Muhammad”. Mereka pun mendatangi Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Lalu Rasulullah bersujud kepada Tuhannya. Maka dikatakan kepadanya: “Angkatlah kepalamu, berikanlah syafaatmu maka syafaatmu diterima, mintalah maka engkau akan diberi” (HR al-Bukhari dan Muslim).

hadirin yang di rahmati Allah swt.

Maka sudah sepantasnya kita untuk berlomba lomba berusaha mencitai rasulullah SAW dan berlomba-lomba untuk mendapatkan cinta dari Rasulullah juga. Sehingga kita semua bisa mendapatkan syafaatnya.

Menurut Hadratussyekh Hasyim Asy’ari: ada enam tanda seseorang betul-betul telah mencintai Nabi Muhammad saw.

Pertama, mengamalkan sunnah Nabi Muhammad saw. Simpelnya, sunnah adalah apa yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad, baik berupa perkataan, perbuatan, dan ketetapan Nabi Muhammad.

Orang yang benar-benar mencintai Nabi Muhammad saw. adalah orang yang melakukan apa-apa yang diperintah nabi dan menjauhi apa-apa yang dilarangnya. Orang-orang seperti inilah yang cintanya sampai ke dalam hati, bukan hanya di bibir saja.

Kedua, banyak mengingat Nabi Muhammad saw. Ada banyak cara untuk mengingat Nabi Muhammad saw. diantaranya: membaca shalawat (allahumma shalli ala Muhammad), berzanjian, marhabanan, mengkaji riwayatnya, dan lainnya.

Bukankah ada sebuah ungkapan bahwa barang siapa yang mencintai sesuatu, maka ia akan banyak menyebutnya (man ahabba syai’an fakatsuro dzikruhu). Di samping itu, orang yang benar-benar mencintai Nabi Muhammad saw. juga akan selalu berdoa untuk dipertemukan dengannya setelah wafat nanti.

Ketiga, mencintai orang yang dicintai Nabi Muhammad saw. Mulai dari keluarga, sahabat –baik Muhajirin atau pun Anshar, dan umatnya. Cinta dan kasih sayang Nabi Muhammad kepada mereka begitu besar, maka sudah sewajarnya orang yang benar-benar mencintai nabi adalah mereka yang mencintai siapa-siapa yang dicintai nabi.

Keempat, menjauhi dan meninggalkan apa-apa yang dilarang Allah seperti berzina, membunuh, menyakiti makhluk Allah, dan berbuat maksiat lainnya.

Kelima, gemar membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah pedoman utama umat Islam agar selamat dunia akhirat. Pun, Nabi Muhammad saw. menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber etika.

Keenam, mencintai sesama umat manusia, terutama umat Islam. Sesama umat manusia adalah saudara, maka sudah sepantasnya manusia satu dengan yang lainnya saling mengasihi dan mencintai, bukan saling membenci karena perbedaan-perbedaan yang ada.

Nabi Muhammad saw. mengekspresikan cinta dan sayangnya kepada sesama dengan mewujudkan kemaslahatan dan menghilangkan bahaya.

Akhirnya, semoga kita termasuk Ummat Rasulullah SAW yang senantiasa mendapatkan cinta dan syafaat dari rasulullah SAW, berkumpul bersama Rasulullah SAW di Syurganya Allah SWT.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Klik di sini untuk Download Khutbah Jum’at : Menggapai Cinta Rasulullah SAW

 

Khutbah II

 اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

 أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

1,189 views


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *