Mengapa Konflik Palestina-Israel Sulit Didamaikan?…

Konflik Palestina-Israel begitu ramai isunya kita lihat di media sosial sperti facebook dan Whatshap bahkan di tiktok berseliweran dilayar smartphone entah sumbernya dari mana dan siapa yang nulis yang membuat ketegangan dalam fikiran, oleh karena itu mungkin penting diketahui sejarah mengapa konflik tersebut sulit di damaikan dari sumber yang jelas yaitu para cendikiawan, kiyai atau orang-orang yang alim, seperti penjelasan sejarah Oleh: KH.BAHA’UDDIN NUR SALIM(Gus Baha’) agar bisa mengontrol refleksi ketegangan yang dirasakan.

Berikut penjelasannya :” Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidz LP3IA Rembang KH Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha, dalam suatu pengajian kitab bersama para santri, menjelaskan tentang sejarah Yerussalem serta keterkaitannya dengan konflik di Palestina-Israel yang sampai saat ini belum ada perdamaian.

Berikut penjelasan Gus Baha:

Pada zaman Nabi Muhammad, di Kota Madinah yang dahulu bernama Yasrib, ada komunitas Yahudi dari Bani ‘Aus dan Khazraj.

Komunitas Yahudi tersebut mempunyai kitab suci. Ciri utama kitab suci biasanya membicarakan sesuatu yang akan datang, termasuk membicarakan calon nabi akhir zaman dari dinasti Ismaily, yakni generasi Nabi Ismail yang secara geografis harus Mekkah.

Kenapa harus Mekkah? Karena Nabi Ibrahim dan Siti Hajar hidup di Mekkah, sehingga bangsa Arab rata-rata generasi Ismail.

Kalau yang di Palestina, yaitu Yahuda Cs, yang akhirnya sekarang jadi kelompok Yahudi Zionis, itu juga keturunan Nabi Ibrahim, tapi garis keturunan Nabi Ya’qub.

Karena Yahuda bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim. Cara Al-Qur’an yaitu ma miw-warai ishaq wa ya’qub (وَمِن وَرَآءِ إِسْحَٰقَ يَعْقُوبَ).

Mulane nasab Nabi Yusuf bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim. Yusuf terkenalnya dengan Al-Karim ibnu Karim Ibnu Karim ibnu Karim.

Yusuf ini yang saudara seayah dengan Yahuda Cs yang melahirkan Ariel Sharon Cs itu adalah dinasti Yahudi. Hanya Yusuf dan Bunyamin yang jadi Muslim. Hanya Yahuda Cs yang sekarang menjadi bangsa Yahudi.

Makanya, menurut sejarah Palestina dan Yerussalem, bagi orang Yahudi secara legitimasi agama memang bumi Yahudi, makanya orang-orang Arab kalau disuruh mengusir orang Yahudi dari Palestina itu tidak begitu mau.

Hal ini karena dalam sejarah Islam, Palestina itu punya Nabi Ibrahim melalui anaknya bernama Nabi Ishaq, lalu melahirkan Nabi Ya’qub, lalu melahirkan Yahuda Cs. Paham nggeh?

Akhirnnya sampai sekarang menjadi masalah agama, selain juga menjadi masalah politik zaman perpecahan pada tahun 1964-1966. Sebetulnya sejak dulu sudah masalah agama. Keyakinan orang Yahudi, Palestina itu bumi yang dijanjikan Allah milik mereka. Atas nama kitab suci, mereka mati-matian mempertahankan Israel yang sekarang ini.

Lha wong Palestina secara sejarah itu lebih dengan kelompok Kan’an. Masalahnya, apakah bangsa Kan’an sudah ada sebelum bangsa Yahudi, atau bangsa Yahudi datang terlebih dahulu sebelum kelompok Kan’an?

Makanya, sampai kiamat PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) tidak bisa mendamaikan yang di Palestina dan Isreal, karena itu sudah sama-sama keyakinan kitab suci.

Orang Yahudi yang hidup di Irlandia, Inggris dan Amerika itu orang kaya-kaya, tapi lebih senang hidup di bumi suci karena itu keyakinan agama, padahal tidak pernah damai.

Makanya, PBB menawarakan supaya menjadi kota bersama, kota Internasional, mereka (Yahudi) harus menjadi ibu kota mereka. “Apa artinya merdeka tanpa Yerussalem.”

Orang Islam (di Palestina) mempunyai keyakinan Baiqul Maqdis di Yerussalem. “Apa artinya merdeka tanpa Yerussalem.”

Seharusnya selain Yerussalem kalau mau dicaplok-caplok tidak apa-apa, misalnya jalur Gaza. Tapi, yang jadi masalah kan Yerussalem.

Keyakinan orang Islam, Nabi Muhammad pernah shalat sebelum Mi’raj di Yerussalem. Keyakinan orang Yahudi, Yerussalem itu punya kakek-kakek mereka.

Orang Islam dan orang Yahudi itu misanan. Makanya, orang kalau sama misanan (saudara se-kakek/se-nenek) mesti geting (tidak suka) dan tidak cocok. Itu sudah sunnatullah. Paham nggeh? (Sumber : WAG NUFC (NU Fans Club))

Demikian KH.BAHA’UDDIN NUR SALIM(Gus Baha’) menjelaskan dengan ciri khasnya yang santai dan guyon tapi semuanya ilmu. semoga bermanfaat dan memberi kita pemahaman agar tidak kagetan dengan berita dunia yang tiba-tiba muncul, hilang, muncul hilang.

Tapi kita berkeyakinan bagaimanapun usaha kaum kafirin, kaum munafikin, dan siapapun yang mengikuti jejak mereka untuk menjatuhkan dan menghinakan Islam, sungguh Islam takkan terpengaruh, Islam akan tetap terjaga dengan baik, karena Allah telah menjamin untuk menjaganya. Allah telah berfirman (yang artinya): “Sungguh Kami telah menurunkan Adz-Dzikr (Al Qur’an), dan Kami pula yang benar-benar akan menjaganya“. (QS. Al-Hijr: 9).

Sebagaimana Allah menjaga kemurnian Al Qur’an, Allah juga akan menjaga kemurnian Islam, karena kandungan Al Qur’an, tidak lain adalah Islam yang murni.

Dilangsir dari situs dakwahnu.id bahwa Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan bahwasanya Nahdlatul Ulama akan selalu mendukung dan membersamai Palestina dalam perjuangannya untuk melawan Zionis Israel yang berupaya mencaplok wilayah Palestina.

“NU selama-lamanya akan selalu bersama Palestina,” ungkapnya saat makan malam bersama Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair al-Shun di kantor Kedutaan Besar Palestina di Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (13/7/2020).

Insyaallah Allah selalu melindungi saudara-saudara kita di palestina..

 

 

648 views


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *