NASIHAT ORANG TUA KEPADA ANAKNYA

Nasihat-nasihat itu selalu menarik dan menggugah untuk di jadikan pedoman dalam menjalankan hidup, seperti nasihat di bawah ini bagaimana nasihat Lukman Hakim mampu meneguhkan pendirian anaknya.

Didalam sebuah buku yang berjudul “Luqman Hakim Golden Ways Cara Hidup Smart ala Luqman Hakim” yang di karang oleh Rosickyn CH.

Berkata Luqman Hakim kepada anaknya: “Wahai putraku! Lakukanlah hal-hal yang mendatangkan kebaikan bagi agamamu dan duniamu. Terus lakukan hingga hingga engkau mencapai puncak kebaikan. Jangan pedulikan omongan dan cacian orang. Sebab, takkan pernah ada jalan untuk membuat mereka semua lega dan terima. Takkan pula ada cara untuk menyatukan hati mereka.”

“Wahai putraku! Datangkan seekor keledai kepadaku, dan mari kita buktikan.”

Lukman bermaksud mengajak putranya jalan-jalan di tengah masyarakat untuk membuktikan bahwa membuat semua orang lega itu sangatlah sulit, bahkan bisa dibilang tidak mungkin. Apapun yang diperbuat, akan selalu ada yang mempersalahkan, selalu saja ada yang tidak setuju.

Perjalanan mereka segera dimulai.

Lukman menaiki keledai, dan menyuruh putranya berjalan menuntun keledai. Sekelompok orang yang menangkap pemandangan yang menurut mereka aneh tersebut, segera berkomentar mencaci:

“Anak kecil itu menuntun keledai, sedang orang tuanya duduk nyaman di atas keledai. Alangkah congkak dan sombong nya orang tua itu.”

Lukman pun berkata: “putraku, coba dengar, apa yang mereka katakan.”

Lukman lalu bergantian dengan putranya, kini giliran Lukman yang menuntun keledai, dan putranya naik di atasnya. Mereka pun melanjutkan perjalanan hingga bertemu sekelompok orang. Tak pelak, orang-orang pun segera angkat bicara setelah menangkap pemandangan yang tak nyaman di mata mereka.

“lihatlah, anak kecil itu menaiki keledai sementara orang tua itu malah berjalan kaki menuntunnya. Sungguh, alangkah buruknya akhlak anak itu.”

“Putraku, dengarlah apa yang mereka katakan.” Kata Luqman kepada putranya.

Mereka berdua melanjutkan perjalanan. Kali ini, keduanya menaiki keledai mungil itu titik mereka berdua terus berjalan hingga melewati sekelompok orang yang duduk-duduk di pinggir jalan. Lagi-lagi, mereka unjuk gigi saat melihat Lukman dan putranya.

“dua orang itu naik keledai berboncengan, padahal mereka tidak sedang sakit, mereka mampu berjalan kaki. Ah, betapa mereka tak tahu kasihan pada hewan.” Sindir seseorang yang melihat Lukman.

“Lihatlah apa yang mereka katakan, wahai putraku!” Lukman kembali menasehati putranya.

tanpa menghiraukan caci-maki orang-orang itu, Lukman dan putranya kembali melanjutkan perjalanan. Terakhir kali, mereka berjalan kaki bersama sambil menuntun keledai.

“Subhanallah! Lihat, dua orang itu menuntun keledai bersama, padahal keledai itu sehat dan kuat. Kenapa mereka tidak menaiki nya saja? Ah, betapa bodohnya mereka.”

“Dengarlah apa yang mereka katakan! Bukankah telah aku katakan padamu, lakukan apa yang bermanfaat bagimu, dan jangan kau hiraukan orang lain. Aku harap kau bisa mengambil pelajaran dari perjalanan ini.” Kata Lukman mengakhiri perjalanan bersama putranya.

Demikianlah cerita dari Lukman Hakim dan anaknya, semoga dapat juga menjadi pelajaran bagi kita dalam menjalankan hidup ini.

 

Writer by: Syaufan Azizi

143 views


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *