Golongan Orang yang Boleh Tidak Puasa Ramadhan

Golongan Orang yang Boleh Tidak Puasa Ramadhan – Ketika bulan Ramadhan tiba maka diwajibkan bagi kita untuk berpuasa. Namun, apabila sudah terpenuhi semua syarat dan ketentuannya.

Namun ada beberapa orang yang ketika Ramadhan tiba dia malah boleh tidak berpuasa. Siapa saja mereka yang boleh tidak puasa adalah sebagai berikut:

  1. Orang yang sakit
  2. Musafir
  3. Orang tidak mampu
  4. Ibu hamil dan menyusui

Golongan Orang yang Boleh Tidak Puasa Ramadhan

Baca juga==>>ENAM ADAB BERPUASA MENURUT IMAM GHAZALI

Baca juga==>>TATA CARA PUASA RAMADHAN

A. ORANG YANG SAKIT

Orang yang sakit sampai tidak kuat untuk berpuasa maka dia boleh tidak puasa. Akan tetapi, jika dia sembuh setelah Ramadhan maka wajib mengqadha puasanya.

Dalil yang mendasari kebolehan orang yang sakit untuk tidak berpuasa adalah ayat berikut ini:

فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيْضًا أَوْ عَلىَ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَر

“Dan siapa yang dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan maka menggantinya di hari lain.” (QS Al-Baqarah : 85)

Bagi orang sakit berlaku tiga kondisi:

Pertama, Bila diduga adanya mudarat yang membolehkan bertayamum maka dimakruhkan berpuasa bagi orang yang sakit dan diperbolehkan baginya berbuka.

Kedua, Bila mudarat yang diduga tersebeut terwujud dengan dugaan yang kuat dapat menimbulkan kerusakan dan hilangnya manfaat suatu anggota badan maka haram berpuasa bagi orang tersebut dan wajib berbuka (haram berpuasa) bila ia tetap terus berpuasa sehingga meninggal dunia maka ia meninggal dalam keadaan bermaksiat.

Ketiga, Bila sakit yang diderita adalah sakit yang ringan seperti pusing, sakit telinga, sakit gigi maka tidak diperbolehkan berbuka (wajib puasa) kecuali bila dikhawatirkan akan bertambah sakitnya dengan berpuasa. (Lihat: Muhammad Nawawi Al-Bantani, Kaasyifatus Sajaa, Jakarta, Darul Kutub Al-Islamiyah, 2008). Halaman 199

B. MUSAFIR

Begitu juga dalam keadaan musafir maka boleh dia tidak puasa namun afdhalnya tetap puasa jika dia kuat untuk puasa. Untuk batasan safarnya adalah safar yang melebihi jarak 89 KM (jarak bolehnya qasar) dan safarnya bukan untuk maksiat.

Orang yang seperti ini boleh tidak puasa dan punya kewajiban untuk mengqadha puasanya dibulan yang lain.

Dalil yang mendasari kebolehan orang yang musafir untuk tidak berpuasa adalah ayat berikut ini:

فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيْضًا أَوْ عَلىَ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَر

“Dan siapa yang dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan maka menggantinya di hari lain.” (QS Al-Baqarah : 85)

C. ORANG YANG TIDAK MAMPU

Orang yang tidak mampu berpuasa seperti orang tua renta dan orang sakit yang tidak sembuh-sembuh seumur hidup maka boleh tidak berpuasa.

Kewajibannya hanya membayar fidyah (makanan pokok) saja sebesar 1 mud atau seperempat dari ketentuan zakat fitrah.

Dasar ketentuan ini adalah firman Allah SWT didalam Al-Quran:

وَعَلىَ الَّذِيْنَ يُطِيْقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ

“Dan bagi orang yang tidak kuat/mampu, wajib bagi mereka membayar fidyah yaitu memberi makan orang miskin.” (QS Al-Baqarah 184)

Para ulama telah sepakat bahwa yang termasuk kedalam kriteria tidak mampu berpuasa adalah orang-orang yang sudah lanjut usia atau sudah udzur, dan juga orang sakit yang tidak sembuh-sembuh dari penyakitnya.

D. IBU HAMIL DAN MENYUSUI

Didalam kitab Taqrib karya Imam Abu Syuja’ (W. 593 H) disebutkan bahwa yang termasuk orang yang boleh tidak puasa adalah BUMIL (ibu hamil) dan BUSU (ibu menyusui).

Ketentuannya adalah jika bumil dan busu tidak puasa sebab khawatir kepada dirinya sendiri saja maka kewajiban hanya qadha puasa saja.

Jika bumil dan busu tidak puasa sebab khawatir kepada dirinya dan bayinya sekaligus maka kewajibannya hanya qadha puasa saja.

Namun jika bumil dan busu tidak puasa sebab khawatir bayinya saja maka kewajibannya qadha puasa dan bayar fidyah.

Baca rujukan lainnya DISINI

 

143 views


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *