PENGERTIAN DAN SUMBER AKIDAH ISLAM

PENGERTIAN DAN SUMBER AKIDAH ISLAM KELAS VII MTs – Berikut ini adalah materi tentang Sumber-sumber Akidah Islam, yang diambil dari buku siswa Akidah Akhlak Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013 Madrasah Tsanawiyah kelas kelas VII.

1. Pengertian Akidah Islam

Akidah secara bahasa, berasal dari kata (‘aqada-ya’qidu-aqidatan) yang berarti ikatan, atau perjanjian. Sedangkan, secara istilah adalah keyakinan hati atas sesuatu.

Kata ‘akidah’ tersebut dapat digunakan untuk ajaran yang terdapat dalam Islam, dan dapat pula digunakan untuk ajaran lain di luar Islam. Sehingga ada istilah akidah Islam, akidah Nasrani, akidah Yahudi, dan akidah-akidah yang lainnya.

Dengan begitu kita juga bisa simpulkan ada akidah yang benar atau lurus dan ada akidah yang sesat atau salah. Dengan begitu juga, akidah Islam (al-Akidah al-Islamiyah) bisa diartikan sebagai pokok-pokok kepercayaan yang harus diyakini kebenarannya oleh setiap orang yang mengaku dirinya beragama Islam (Muslim).

Berbicara tentang akidah, yang paling pertama dan utama adalah konsep ketuhanan, baru kemudian konsep-konsep akidah yang lainnya. Yang sesuai dengan keinginan Allah itu sendiri melalui firman-firman-Nya dalam al-Qur’an dan hadis-hadis nabi-Nya.

Ketika seseorang berakidah Islam, maka pondasi awal untuk membangun akidah/keyakinannya adalah keyakinan terhadap Allah sebagai Tuhan yang wajib disembah. Maha Esa, Pencipta dan Pengatur alam semesta, dan Zat Ghaib yang merupakan sumber dari segala hal. 

Termasuk juga, kewajiban menjalankan aturan-aturan-Nya dalam segala aspek kehidupan. Baik yang berhubungan dengan ibadah, ataupun muamalah yang erat hubungannya dengan interaksi dengan sesama makhluk.

PENGERTIAN DAN SUMBER AKIDAH ISLAM KELAS VII MTs

Baca juga==>>KHUTBAH JUMAT SYAWAL : dua kesholehan yang di ajarkan Ramadhan

Oleh karenanya, misi pertama yang diemban oleh setiap Rasul untuk disampaikan kepada umat manusia adalah konsep ketuhanan ini. sebagaimana firman Allah Swt dalam Qs. an-Nahl:36:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ ۚ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut it”, maka diantara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula diantaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (Rasul-rasul)”. (Q.S an-Nahl:36).

2. Sumber-sumber Akidah Islam

Akidah Islam adalah sesuatu yang bersifat tauqifi, artinya suatu ajaran yang hanya dapat ditetapkan dengan adanya dalil dari Allah dan Rasul-Nya. Sumber-sumber akidah Islam adalah terbatas pada al-Qur’an dan sunnah saja.

Karena, tidak ada yang lebih tahu tentang Allah kecuali Allah itu sendiri, kemudian Rasulullah Saw selaku pengemban wahyu dari Allah Swt. Baru kemudian pendapat para ulama yang otonitatif yang dinyatakan oleh Rasulullah sebagai pewarisnya.

a. Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah firman Allah Swt yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Saw dengan perantara malaikat Jibril. Melalui al-Qur’an inilah Allah menuangkan firman-firman-Nya berkenaan dengan konsep akidah yang benar yang harus diyakini dan dijalani secara mutlak dan tidak boleh ditawar oleh semua umat Islam.

Di dalam al-Qur’an banyak terdapat ayat-ayat yang berisi tentang tauhid, diantaranya adalah Qs al-Ikhlas ayat 1-4 di bawah, dan masih banyak lagi yang lain diantaranya:

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4)

  1. Katakanlah.”Dialah Allah Yang Maha Esa.
  2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
  3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan.
  4. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” (Q.S al-Ikhlas: 1-4)

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ ءَامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَٱلْكِتَٰبِ ٱلَّذِى نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَٱلْكِتَٰبِ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ مِن قَبْلُ ۚ وَمَن يَكْفُرْ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَٰلًۢا بَعِيدًا

“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya”. (an-Nisa’: 136)

Dan masih banyak lagi ayat-ayat lain yang menerangkan tentang akidah jika kita mau mengkajinya lebih dalam.

PENGERTIAN DAN SUMBER AKIDAH ISLAM KELAS VII MTs

a. Al-Hadis

Hadis adalah segala ucapan, dan takrir (sikap diam) Nabi Muhammad Saw. Islam telah menegaskan bahwa hadis menjadi sumber hukum Islam kedua (setelah Al-Qur’an), baik sumber hukum dalam akidah maupun dalam semua persoalan hidup.

Hal ini dikarenakan semua yang disandarkan kepada Nabi adalah wahyu dari Allah, bukan sekedar memperturutkan hawa nafsu saja. sebagaimana firman Allah Swt:

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى (3) إِنْ هُوَ إِلا وَحْيٌ يُوحَى (4)

“Dan tidaklah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). (Q.S an-Najm:3-4)

مَّآ أَفَآءَ ٱللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ مِنْ أَهْلِ ٱلْقُرَىٰ فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ كَىْ لَا يَكُونَ دُولَةًۢ بَيْنَ ٱلْأَغْنِيَآءِ مِنكُمْ ۚ وَمَآ ءَاتَىٰكُمُ ٱلرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَىٰكُمْ عَنْهُ فَٱنتَهُوا۟ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

“Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya” (Q.S Al-Hasyr:7)

Itulah dasar perintah mengikuti Rasulullah Saw melalui hadis-hadisnya. Adapun hadis-hadis yang menjelaskan tentang akidah adalah sebagai berikut:

َعن أَبِي هُرَيْرَةَ قالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بارِزًا يَوْمًا لِلنَّاسِ فأَتاهُ جِبْرِيلُ فقالَ مَا الإِيمانُ قاَل الإِيمانُ أَنْ تُوْمِنَ بِاللهِ وَمَلائِكَتِهِ وَبِلِقائيـِهِ وَرُسُلِهِ وَتُوْمِنَ بِالبَعْثِ

Dari Abu Hurairah Ra berkata: bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pada suatu hari bersama dengan para sahabat, lalu datang Malaikat Jibril ‘Alaihis Salam yang kemudian bertanya: Apakah iman iyu?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Iman adalah kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, Rasul-rasul-Nya, dan kamu beriman kepada Hari Berbangkit”. (H.R Bukhari)

2. Tujuan Akidah Islam

Akidah Islam harus menjadi pedoman bagi setiap Muslim. Artinya setiap umat Islam harus meyakini dan menjalankan pokok-pokok kandungan akidah Islam tersebut dengan tujuan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat dan mendapatkan rido dari Allah Swt tentunya. Dengan demikian tentunya mempelajari pokok-pokok kandungan akidah Islam adalah kewajiban bagi umat Islam dengan tujuan sebagai berikut:

  • Mengetahui petunjuk hidup yang benar serta dapat membedakan yang benar dan yang salah.
  • Memupuk dan mengembangkan dasar ketuhanan yang ada sejak lahir

Manusia adalah makhluk yang berketuhanan. Sejak dilahirkan manusia cenderung mengakui adanya Tuhan. Dengan naluri berketuhanan, manusia berusaha untuk mencari Tuhannya. Kemampuan akal dan ilmu yang berbeda-beda memungkinkan manusia akan keliru mengenal Tuhan. Dengan akidah Islam, naluri atau kecenderungan manusia akan keyakinan adanya Tuhan Yang Maha Kuasa depat berkembang dengan benar.

  • Memelihara manusia dari kesyirikan

Untuk mencegah manusia dari kesyirikan perlu adanya tuntunan yang jelas tentang kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Kemungkinan manusia terperosok kedalam kesyirikan selalu terbuka, baik syirik jali (terang-terangan) berupa perbuatan, maupun syirik khafi (tersembunyi) didalam hati. Dengan mempelajari akidah Islam, manusia akan terpelihara dari perbuatan syirik.

  • Menghindari diri dari pengaruh akal pikiran yang menyesatkan

Manusia diberi kelebihan oleh Allah dari makhluk lainnya berupa akal pikiran. Pendapat-pendapat atau faham-faham yang semata-mata didasarkan atas akal manusia, kadang-kadang menyesatkan manusia itu sendiri. Oleh sebab itu, akal pikiran perlu dibimbing oleh akidah Islam agar manusia terbebas atau terhindar dari kehidupan yang sesat.

Download Buku Akidah Ahlak Kelas VII MTs Di Sini

69 views


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *