Pengertian Iman Kepada Hari Akhir dan Kebenarannya

Pengertian Iman Kepada Hari Akhir dan Kebenarannya– Berikut ini adalah materi tentang Iman Kepada Hari Akhir, yang diambil dari buku siswa Akidah Akhlak Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013 Madrasah Tsanawiyah kelas kelas IX.

PENGERTIAN IMAN KEPADA HARI AKHIR

Pernahkah kalian melihat fenomena alam seperti tsunami atau gunung meletus, sehingga perasaanmu merasa takut? Melalui uraian berikut ini, mari kita belajar untuk mencari jawaban peristiwa tersebut.

Yang dimaksud Hari Akhir adalah kehidupan di akhirat yang akan dialami oleh seluruh umat manusia sesudah berakhirnya kehidupan dunia ini. Hari akhir bisa juga diartikan dengan hari hancurnya alam semesta (Hari Kiamat).

Mengenai kapan akan terjadi kiamat, tidak seorangpun dapat mengetahui kepastian kepan terjadinya, bahkan Nabi Muhammad Saw sendiri dan malaikat yang paling utama yakni malaikat Jibril as sekalipun tidak mengetahui, karena hanya Allah Swt semata yang menentukan kapan kiamat dan yang mengetahui kapan terjadinya. Allah Swt berfirman:

يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلسَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَىٰهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ رَبِّى

Artinya: Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku, …” (QS. Al-A’raf: 187)

Pengertian Iman Kepada Hari Akhir dan Kebenarannya

Baca juga==>>Beriman Kepada Kitab-kitab Allah

Baca juga==>>PENGERTIAN DAN SUMBER AKIDAH ISLAM

Setalah kiamat seluruh umat manusia aka dibangkitkan kembali untuk mempertanggung jawabkan semua amal perbuatannya sewaktu hidup di dunia, dan akan menerima balasannya sesuai dengan amal perbuatannya tersebut. Dengan demikian beriman kepada Hari Akhir adalah meyakini dengan hati adanya kehidupan akhirat sebagai pembalasan atas amal perbuatan manusia selama hidup di dunia. Sekecil apapun perbuatan tersebut, pasti Allah Swt membalasnya dan tidak ada satupun yang tertutupi oleh manusia dihadapan Allah Swt kelak.

Hari akhir merupakan salah satu peristiwa yang wajib kita imani dan percayai adanya sebagai umat muslim, sebab percaya kepada Hari Akhir merupakan rukun Iman ke lima dalam ajaran kita sebagai umat muslim. Dosa besar jika kita sampai menganggap Hari Akhir dan segala yang berkaitan dengannya adalah hal yang mustahil terjadi dan tidak pernah terjadi.

Saat ini banyak manusia yang terlena dengan Hari Akhir disebabkan kehidupan duniawi. Mereka disibukkan dengan kehidupan dunia, sehingga tidak sadar bahwa kematian dengan berbagai caranya akan menjemputnya dimanapun ia berada dan kapanpun waktu yang telah ditentukan oleh Allah Swt. Sehingga manusia terbagi menjadi tiga golongan dalam menanggapi hari kiamat ini, yaitu:

  1. Golongan yang tidak percaya terhadap kejadian Hari Akhir ini. Mereka beranggapan bahwa kehidupan hanyalah ada di dunia, setelah mati maka tidak akan ada kehidupan kembali. Golongan ini cenderung sebagian besar hidupnya hanya untuk kepentingan sesat dan untuk duniawi saja, sehingga golongan ini kelak setelah kiamat akan menjadi golongan yang menyesal. Golongan ini disebut ateis (tidak mempercayai adanya Tuhan). Golongan ini tidak mengenal ibadah, tidak pula mengenal Tuhan.
  2.  Golongan yang mempercayai adanya reinkarnasi, yakni kembalinya manusia setelah mati sesuai dengan amal perbuatannya, seperti jika manusia tersebut selama kehidupan di dunianya baik, maka ia akan hidup kembali menjadi manusia yang lebih baik atau mulia dalam penjelmaan ruh manusia, begitu juga sebaliknya. Golongan ini banyak di peluk oleh golongan ardhi, yakni agama buatan manusia.
  3. Golongan yang meyakini adanya Hari Akhir, bahwa ada hari kebangkitan kembali dan hari pembalasan bagi umat setelah mati, dan ini disebut sebagai kehidupan yang sebenarnya. Golongan ini dianut pemeluk agama samawi yakni agama yang berasal dari Allah Swt. Semua agama samawi meyakini dan membenarkan terjadinya hari pembalasan atau hari kiamat, sebab agama ini adalah agama yang diwahyukan oleh Allah Swt untuk hambanya hingga disempurnakan dengan Islam sebagai agama yang Rahmatan Lil ‘Alamin.

KEBENARAN TERJADINYA HARI AKHIR

a. Penjelasan Al-Qur’an dan Hadis tentang Hari Akhir

Banyak sekali firman Allah Swt (Al-Qur’an) maupun sabda Nabi Saw (Al-Hadis) yang menerangkan tentang Hari Akhir dan kehidupan di akhirat. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya keimanan kepada Hari Akhir itu. Berikut ini beberapa dalil naqli tersebut:

وَأَنَّ ٱلسَّاعَةَ ءَاتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ ٱللَّهَ يَبْعَثُ مَن فِى ٱلْقُبُورِ

Artinya: Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur. (QS. Al-Hajj:7)

إِنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ أَكَادُ أُخْفِيهَا لِتُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا تَسْعَىٰ

Artinya: Segungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan. (QS. Thaha:15)

Sabda Rasulullah Saw

 ِفَأَخْبِرْنِي عَنِ الْإِيْمَانِ؟ قَالَ: أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ؛ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّه

Artinya: (Jibril) bertanya: “Apakah iman itu?” Rasulullah Saw menjawab, “Iman ialah engkau percaya kepada Allah Swt, dan malaikat-malaikat-Nya, dan kitab-kitab-Nya, dan utusan-utusan-Nya, dan hari akhir, dan beriman kepada qadha da qadar-Nya. (HR. Muslim)

b. Penjelasan Ilmu Pengetahuan tentang Hari Akhir

Menurut para pakar/ahli ilmu pengetahuan bahwa matahari itu berupa bola api raksasa yang teramat panas dan memancarkan sinar dan panas keseluruh planet, termasuk bumi. Matahari berputar cepat dan terus menerus. Oleh karena itu setiap detik matahari kehilangan beratnya sebesar 4.000.000 ton. Matahari akan semakin mengecil, habis dan padam. Pada saat inilah kehancuran dunia dan alam ini akan terjadi.

Para ahli juga mengatakan bahwa daya rotasi dan revolusi benda-benda langit tidak abadi. Dan seluruh galaksi di alam raya ini selain berotasi juga bergerak menjauhi bumi. Semakin jauh letak galaksi dari bumi, semakin cepat gerak tersebut. Selanjutnya mereka mengungkapkan bahwa alam raya ini bersifat seperti balon atau gelembung karet yang sedang ditiup kesegala arah ditandai dengan gerakan galaksi-galaksi tadi. Proses perkembangan alam raya tersebut pasti suatu saat akan berhenti, seperti sebuah balon bila ditiup akan meletus. Begitu juga alam raya ini akan hancur lebur yakni kiamat.

MACAM-MACAM HARI AKHIR

Hari kiamat atau Hari Akhir di bagi menjadi dua, yaitu:

a. Kiamat sughra, adalah kiamat kecil, yaitu berakhirnya kehidupan setiap makhluk yang bernyawa misalnya terjadi kematian, terjadinya musibah seperti banjir, gempa bumi, gelombang tsunami, dsb. Kiamat jenis ini tentunya pasti terjadi pada tiap makhluk di bumi ini, dan hanya diketahui melalui takdir Allah Swt yang berkehendak.

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Artinya: Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan (QS. Al-Ankabut:57)
b. Kiamat kubra, adalah kiamat besar, yaitu saat rusaknya jagad raya dengan segala isinya. inilah yang merupakan janji Allah Swt tentang berakhirnya kehidupan di alam dunia ini bagi seluruh makhluk Allah, baik manusia, hewan, tumbuhan dan yang lain sebagainya tanpa terkecuali.

اِذَا زُلۡزِلَتِ الۡاَرۡضُ زِلۡزَالَهَا(١)وَاَخۡرَجَتِ الۡاَرۡضُ اَثۡقَالَهَا(٢)وَقَالَ الۡاِنۡسَانُ مَا لَهَا‌(٣)يَوۡمَٮِٕذٍ تُحَدِّثُ اَخۡبَارَهَا(٤)بِاَنَّ رَبَّكَ اَوۡحٰى لَهَا(٥)يَوۡمَٮِٕذٍ يَّصۡدُرُ النَّاسُ اَشۡتَاتًا ۙ لِّيُرَوۡا اَعۡمَالَهُمۡؕ(٦)فَمَنۡ يَّعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ خَيۡرًا يَّرَهٗ(٧)وَمَنۡ يَّعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ(٨)

Artinya:

  1.  Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat,
  2. Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,
  3. Dan manusia bertanya, “Apa yang terjadi pada bumi ini?”
  4.  Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya,
  5. Karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) padanya.
  6. Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan berkelompok-kelompok, untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) semua perbuatannya.
  7. Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya,
  8. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

ٱلْقَارِعَةُ(١)مَا ٱلْقَارِعَةُ(٢)وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا ٱلْقَارِعَةُ(٣)يَوْمَ يَكُونُ ٱلنَّاسُ كَٱلْفَرَاشِ ٱلْمَبْثُوثِ(٤)وَتَكُونُ ٱلْجِبَالُ كَٱلْعِهْنِ ٱلْمَنفُوشِ(٥)فَأَمَّا مَن ثَقُلَتْ مَوَٰزِينُهُۥ(٦)فَهُوَ فِى عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ(٧)وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَٰزِينُهُۥ(٨)فَأُمُّهُۥ هَاوِيَةٌ(٩)وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا هِيَهْ(١٠)نَارٌ حَامِيَةٌۢ(١١)

Artinya:

  1. Hari Kiamat,
  2. Apakah hari kiamat itu?
  3. Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?
  4. Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran,
  5. Dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan.
  6. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,
  7. Maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.
  8. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,
  9. Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.
  10. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?
  11. (Yaitu) api yang sangat panas.Download Buku Paket DISINI
45 views


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *