PERKARA YANG TIDAK BOLEH DI LAKUKAN WANITA JIKA DATANG KE MASJID

عَنْ زَيْنَبَ امْرَأَةِ عَبْد اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَتْ : قَالَ لَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ

عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا شَهِدَتْ إِحْدَاكُنَّ الْمَسْجِدَ فَلاَ تَمَسَّ طِيْبًا ( رَوَاهُ مُسْلِمٌ )

Dari Zainab istri Abdullah semoga Allah meridhai keduanya

berkata : Bersabda Rasulullah SAW kepada kami : Apabila hadir

salah seorang dari kalian ( wanita ) ke masjid maka jangan 

memakai harum-haruman ( HR Muslim ).

 

Wanita itu identik dengan keindahan, maka dari itu mereka perlu perawatan, berdandan dan

berhias untuk mempertahankan keindahan yang mereka meliki. Jika seorang wanita hobi

berdandan, berhias dan borsolek maka hal itu wajar-wajar saja dan tidak ada yang salah

sama sekali, selama mereka mereka berdandan, berhias dan bersolek di tempat yang

tepat dan untuk orang yang tepat juga. Karena sudah menjadi fenomena yang dapat kita

saksikan dimana-mana bahwa para kaum wanita banyak yang berhias, berdandan dan

bersolek untuk menghadiri tempat-tempat tertentu. Seperti, ke tempat acara resepsi

pernikahan, arisan, pasar dan lain-lain. Dari hadist Nabi diatas seorang wanita dilarang

berhias dan memakai harum-haruman yang sifatnya berlebihan untuk datang ke masjid

meskipun dengan tujuan melaksanakan ibadah. Jika ke masjid saja tidak diperkenankan

Baca juga ==> JANGAN BERHENTI MEMBERI NASEHAT KEPADA KAUM WANITA

Baca juga ==> MEMILIH MENANTU

maka lebih-lebih ke tempat-tempat yang lain seperti yang telah disebutkan. Maka seharusnya

seorang wanita itu berdandan ditempat dan untuk orang yang tepat yaitu di rumah suaminya

dan untuk suaminya. Mengapa hal ini dilarang, karena dikhawatirkan akan timbul fitnah di

samping itu juga bau farpum mereka dapat menggerakkan hati para lelaki, mengundang per

hatian dan membangkitkan shahwat mereka ( kaum lelaki ).

Begitu juga dengan para santri wati yang berada di pondok pesantren, jangan sampai memakai

harum-haruman yang berlebihan untuk menghadiri khaqoh-khalaqoh taklim dan kelas-kelas

belajar. Kecuali jika mereka tidak berbaur dan bercampur dengan para santri wan dan mereka

hanya di ajar oleh para muallimah.

 

 

 

62 views


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *