TANDA-TANDA BALIGH

[Tanda-tanda baligh ada 3/tiga] bagi perempuan dan ada 2/dua bagi laki-laki, yaitu:

Pertama adalah [genap berusia 15 tahun] Qomariah [bagi laki-laki dan perempuan]. Hitungan usia tersebut dimulai dari terpisahnya seluruh tubuh manusia setelah dilahirkan.

[Dan] kedua adalah [ihtilam], maksudnya mengeluarkan sperma, meskipun sperma tersebut tidak keluar secara nyata dari dzakar, misalnya; murohiq [anak yang mendekati masa dewasa] merasakan keluarnya sperma, kemudian ia menahannya; baik sperma itu keluar dari jalur biasa atau keluar dari jalur tidak biasa dengan syarat ketika jalur biasa tertutup asli sejak lahir; baik sperma itu keluar saat tidur atau sadar; baik sperma itu keluar karena jimak [hubungan suami istri] atau lainnya.

Ihtilam sebagai tanda baligh berlaku [bagi laki-laki dan perempuan ketika masing-masing telah berusia 9/sembilan tahun] Qomariah, maksudnya, 9 tahun genap pas (tahdidiahsesuai hitungan hari seperti pendapat Baijuri dan Syarbini. Sedangkan pendapat yang dipedomani oleh Ibnu Hajar dan Syaikhul Islam adalah berusia hampir 9 tahun (taqribiah). Abdul Karim mengutip dari Romli bahwa usia 9 tahun yang dimaksud adalah hampir 9 tahun bagi perempuan (taqribiah) dan genap 9 tahun secara pas (tahdidiah) bagi laki-laki.

Baca juga==>PERKARA YANG TIDAK BOLEH DI LAKUKAN WANITA JIKA DATANG KE MASJID

Baca juga==>NASIHAT ORANG TUA KEPADA ANAKNYA

[Dan] ketika adalah [haid bagi perempuan ketika ia berusia 9/sembilan tahun]  kuranng lebih atau hampir, sekiranya waktu kurangnya dari 9 tahun tersebut lebih sedikit daripada 16 hari. Apabila ada seorang perempuan mengeluarkan darah pada usianya 9 tahun kurang 15 hari, 14 hari, atau 13 hari, maka darah tersebut dihukumi sebagai darah haid dan perempuan itu tealah baligh. Berbeda apabila ada seorang perempuan mengeluarkan darah pada usianya 9 tahun kurang 16 hari, atau 17 hari, atau 18 hari, maka darah tersebut dihukumi darah istihadhoh, bukan darah haid, dan perempuan itu belum dihukumi baligh.

Adapun kehamilan perempuan bukanlah termasuk tanda kebalighkannya, tapi tanda balighnya adalah karena keluarnya sperma sebelum hamil.

Adapun Khuntsa (musykil) yaitu orang yang mempunyai alat kelamin laki-laki dan alat kelamin perempuan, atau tidak memiliki kedua-duanya sama sekali. Apabila ia mengeluarkan sperma dari dzakarnya dan juga mengeluarkan haid dari farjinya maka baru dihukumi baligh. Apabila ditemukan mengeluarkan sperma saja atau mengeluarkan haid saja, atau ditemukan mengeluarkan sperma dan juga mengeluarkan darah haid dari salah satu kelaminnya, entah itu dzakarnya atau farjinya, maka ia belum dihukumi baligh.

Kesimpulannya, jika semua tanda-tanda diatas telah ada pada diri seorang laki-laki dan peremuan yang mendekati masa dewasa dan begitu juga syarat-syaratnya telah terpenuhi maka mereka sudah baligh, yang artinya mereka sudah terbebani oleh kewajiban-kewajiban syariat sepetri shalat, puasa dan lain sebagainya. Dan mereka menanggung dosa dengan meninggalkan kewajiban-kewajiban tersebut, meskipun demikian para orang tua/wali tetap harus ikut serta mengawasi, membimbing, dan menasehati mereka.

Sumber: Kasyifatus as-Saja

74 views
TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *