TUJUH TANDA ORANG TAKUT KEPADA ALLAH

َقَالَ اللهُ تَعَالَى : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُون

Artinya : ” Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), Dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. ( QS Al-Hashr : 18 )

       Dalam ayat diatas Allah menyuruh kepada kita untuk memperhatikan apa yang telah kita perbuat untuk hari esok, artinya persiapkan diri kita dengan amal saleh dan ketaatan sebelum datang hari kiamat. Hari dimana tiada lagi waktu untuk beramal, melainkan pada hari itu adalah hari perhitungan untuk segela perbuatan yang telah kita kerjakan. Dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. Artinya, Allah mengetahui segala amal perbuatan kita, baik itu berupa pekerjaan yang baik atau yang jelek. Dan ketahuilah sesungguhnya para malaikat, langit, bumi, malam, siang dan hari kiamat bersaksi terhadap apa yang diperbuat umat manusia. Bahkan, anggota badannya akan bersaksi atas apa yang mereka perbuat.

      Orang mukmin adalah orang yang takut kepada Allah dengan seluruh anggota badannya seperti yang dikatakan oleh Abu Laist ” Tanda-tanda takut kepada Allah tampak pada tujuh perkara 

      Pertama : lisannya, maka dia mencegah lisannya dari berkata bohong, gosip, mengadu domba, berkata dengan perkataan yang tidak ada manfaatnya, dan dia menjadikan lisannya sibuk dengan berdzikir kepada Allah, membaca Al-Qur’an, dan muzakaroh ilmu.

       Kedua : hatinya, maka dia mengeluarkan dari hatinya permusuhan, iri dengki kepada saudaranya; karena iri dengki mengahapus kebaikan sebagaimana Rasulullah Saw bersabda : 

الحَسَدُ يَأْكُلُ الْحَسَنَات كَمَا تَأْكُلُ النَّارَ الْحَطَب

Iri dengki melahap kebaikan seperti api melahap kayu bakar

        Iri dengki itu merupaka penyakit hati yang paling besar dan penyakit ini tidak bisa di obati kecuali dengan ilmu dan amal saleh.

    Ketiga : pandangannya, maka dia tidak memandang kepada perkara haram baik itu berupa makanan, minuman, pakaian dan lain sebgainya, tidak juga memandang dunia dengan penuh keinginan; tapi dia menggunakan pandangannya untuk mengambil pelajaran dan tidak memandang kepada apa yang tidak di halalkan untuknya.

     Keempat : perutnya, maka dia tidak memasukkan kedalam perutnya perkara-perkara yang haram karena itu merupakan dosa besar.

     Kelima : tangannya, maka dia tidak membentangkan tangannya kedalam perkara-perkara haram tapi dia bentangkan tangannya kedalam perkara-perkara yang terdapat ketaatan kepada Allah Swt di dalamnya.

     Keenam : langkah kakinya, maka dia tidak melangkah ke dalam perbuatan maksiat kepada Allah tapi dia gunakan kakinya untuk berjalan kedalam ketaatan dan perbuatan yang di ridhai oleh Allah dan dia juga menggunakan kakinya untuk berjalan menuju ulama dan orang-orang saleh.

    Ketujuh : ketaatannya, maka dia menjadikan ketaatannya murni semata-mata karena Allah Swt dan dia takut dari berbuat riya’ dan kemunafikan.

    Dikisahkan : seorang ada seorang laki-laki yang jatuh cinta kepada seorang wanita, maka ketika wanita itu keluar untuk memenuhi kebutuhannya laki-laki itu pun mengikutinya. Ketika mereka sampai di padang pasir yang sepi dan rombong yang lain sudah tidur laki-laki itu mengungkapkan keinginannya kepada wanita tersebut (hubungan intim ), maka wanita itu berkata : lihatlah apakah semua orang sudah tidur? Laki-laki itu merasa gembira dengan apa yang dikatakan oleh wanita tersebut dia mengira wanita itu akan mengabulkan keinginannya dia lantas berdiri dan berkeliling untuk melihat apakah para rombongan sudah tidur semua. Kemudian, dia kembali kepada wanita itu dan berkata : mereka sudah tidur semua. Wanita itu berkata apa yang akan kamu katakan tentang Allah apakah dia tidur saat ini? Maka laki-laki itu berkata : sesungguhnya Allah tidak tidur dan tidak ngantuk. Maka wanita itu berkata : sesungguhnya yang tidak tidur melihat kita sekalipun orang-orang tidak melihat kita lebih utama untuk kita takuti, maka dia meninggalkan wanita itu karena takut kepada Allah dan dia bertaubat dan kembali ke kampung halamannya, setelah laki-laki itu meninggal dunia wanita itu melihatnya dalam mimpi dan berkata kepadanya : apa yang Allah perbuat kepadamu? Allah Swt mengampuniku karena takut dan meninggalkan dosa tersebut.

    Barang siapa yang ingin selamat dari siksa Allah Swt, memperoleh pahala, dan rahmat-Nya maka dia harus sabar atas beratnya kehidupan dunia, beratnya ketaatan kepada Allah, dan beratnya meninggalkan perbuatan maksiat.

 

 

Sumber : Mukashifat-ul Qulub

oleh Imam Al-Ghazali

76 views


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *